Rhinoceros Sondaicus (Badak Jawa)

0 Comments

Halo sahabat SIKIL Footwear, apakah anda tahu Rhinoceros Sondaicus atau sering disebut dengan Badak Jawa?. Rhinoceros Sondaicus atau Badak jawa menjadi salah satu pilihan hewan langka yang digunakan sebagai motif dalam produk sepatu SIKIL Footwear.

Badak Jawa (Rhino) merupakan salah satu hewan mamalia yang dilindungi karena keberadaanya diklasifikasikan dalam Critycal Endangered atau terancam punah, saat ini masuk dalam daftar merah IUCN. Badak jawa dilindungi di Taman Nasional Ujung Kulon yang ditetapkan sejak 1931 setelah TN Ujung Kulon diresmikan.

Badak Jawa

Ciri ciri fisik badak jawa yaitu memiliki cula kecil 25 cm untuk badak jantan sedangkan badak betina hanya kecil atau bahkan tidak memiliki sama sekali. Badak jawa memiliki berat badan 900 kg hingga 2.300 kg, memiliki tinggi badan 1,7 meter dengan panjang 2 hingga 4 meter.  Badak jawa memiliki wrna kulit abu – abu dan bertekstur tidak rata serta berbintik.  Badak jawa jenis jantan mampu bertahan hidup hingga 10 tahun sedangkan badak betina hanya 5 – 7 tahun dengan masa melahirkan 15 atau 16 bulan. Badak jawa memiliki bentuk bibir atas meruncing untuk memudahkan ketika mengambil dedaunan di ranting.

Badak Jawa

Berbicara habitat, badak jawa hidup dipegunungan jawa barat, diantaranya ketinggian 3000 mdpl. Pada tahun 1960 an TN Ujung Kulon menampung 20 hingga 30 ekor badak hingga saat ini selalu meningkat stabil. TN ujung kulon menjadi wilayah yang direkomendasikan untuk hidup 50 ekor badak.

Kepunahan badak jawa tidak lagi karena pemburuan liar karena hal tersebut sudah ditetapkan hukumannya dan diawasi oleh rhino monitoring. Kepunahan badak disebabkan oleh kurangnya keberagaman genetis sehingga menyebabkan lemahnya menghadapi wabah penyakit atau bencana alam. Penyebab kedua yaitu degradasi dan hilangnya habitat karena banyaknya pembukaan hutan dan penebangan kayu secara komersil.

Masih banyak orang orang yang tidak bertanggung jawab atas kelakuannya dengan lebih mementingkan finansial tanpa memikirkan dampak terhadap pihak lain termasuk flora dan fauna. Mari, hidupkan pola pikir sehat dengan saling menguntungkan baik alam maupun manusia, memikirkan  dampak sebelum bertindak. Budayakan menjaga lingkungan alam sekitar demi masa depan dan generasi penerus.

Sumber http://awsassets.wwf.or.id/downloads/factsheet_javanrhino_bahasa_2.pdf

https://www.mongabay.co.id/2019/05/14/mewaspadai-kematian-badak-jawa-diujung-kulon/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *